oleh

Sampah Lagi Sampah Lagi, Kesadaran Masyarakat Buang Sampah Berkurang Mengakibatkan Bau dan Penyakit

Salah satu tempat pembuangan sampah yang berserakan di jalan Jambu, Minggu (4/2/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, permasalahan sampah tentunya akan menjadi polemik bagi Kabupaten Magetan. Seperti yang tampak di Jalan Jambu dekat Gereja, Jalan Jaksa Agung (Kunden), pembuang Sedukuh dan masih banyak lagi titik yang ada di Magetan, beraneka sampah terserak di sisi jalan tersebut.

Penelusuran Beritatrends.com, sampah-sampah itu mayoritas merupakan limbah rumah tangga yang dibungkus dengan kantong plastik. Ari, warga setempat mengatakan, umumnya sampah-sampah itu merupakan buangan dari warga yang tinggal diluar kawasan tersebut.

“Pembuangnya kebanyakan orang jauh. Biasanya sambil lewat naik motor mereka buang sampah di situ,”ucapnya, pada Beritatrends.com, Minggu (4/2/2018). Ini bukan sekali dua kali tapi sudah sering. Warga dan Jamah Gereja disekitar sini jadi tercemar baunya.

Dikonfirmasi terpisah, Marwidi Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan, mengaku belum mendapat laporan tersebut. Meskipun begitu, dirinya berjanji akan mengecek dan segera melakukan penertiban dan pengangkutan.

“Akan kami cek besuk, bila itu tempat pembuangan sampah liar, harus ditertibkan. Namun kami harus koordinasi juga dengan Rt dan Rw setempat, mungkin disana kekurangan lahan pembuangan sampah, untuk itu perlu kita carikan solusinya,”katanya saat dihubungi Beritatrends.com via phoneselnya.

Memang untuk awal tahun 2018 DLH telah memberhentikan 70 orang tenaga orsorsing dan sekarang tinggal 39 orang jadi untuk pengangkutan bergilir sebab kekurangan tenaga. “Memang di RUP sudah dianggarkan : Belanja Jasa Kebersihan dalam Kota, angkutan sampah salter dan composting Rp. 196.000.000,- pengadaan langsung dan Belanja Jasa Kebersihan dalam Kota, angkutan sampah salter dan composting Rp. 1.892.623.550 lelang sederhana tapi untuk pengadaan bisa berjalan sekitar awal bulan Maret,”ucap Marwidi.

Untuk sementara kami atas nama Dinas mohon maaf kepada masyarakat untuk pengangkutan sampah tidak kita ambil setiap hari karena kekurangan tenaga, kami mohon sampah rumah tangga di bungkus dengan baik letakkan di tempat sampah paling lama dua hari akan kita ambil, ini semua keterbatasan tenaga kita menunggu proses lelang.

Terlepas dari itu, Marwidi menilai, dengan masih banyaknya sampah yang tercecer dipinggir jalan menunjukkan bukti dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. “Masalah samapah itu bukan hanya kewenangan petugas atau pemerintah, namun juga tanggung jawab masyarakat yang berperan menghasilkan sampah,”jelasnya.

Pernyataan itu sekaligus menanggapi Keluhan Toni, yang kiri Whatsapp nya dimuat lewat Beritatrends.com dalam aspirasi warga Kota Mageta dengan nomor Hp 08223262xxxx yang berbunyi :“di Kunden sampah sudah dua hari tidak di angkut lingkungan menjadi kotor bau kumuh dan menjadi sarang penyakit.” (G.Lih)

 

News Feed