oleh

Heboh Ramalan Bencana Ketika Gerhana Bulan Supermoon 31 Januari 2018

 

Beritatrends.com, Jakarta – sejumlah mahasiswa dan pegiat astronomi tengah mempersiapkan alat teropong dan tempat yang akan digunakan untuk warga yang ingin melihat fenomena gerhana bulan total malam nanti. Di imah noong atau rumah teropong Imah Noong yang memiliki atap seluas delapan meter persegi ini akan dibuka untuk umum mengingat Observatorium Bosscha tertutup bagi masyarakat saat peristiwa gerhana bulan total terjadi.

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kelas satu Ambon juga mempersiapkan alat pemantauan Super Blue Blood Moon atau gerhana bulan total Titik pemantauan tersebut dilakukan di Pelataran Patung Pahlawan Nasional Martha Kristina Tiahahu di Karang Panjang Ambon mulai pukul hingga dini hari Waktu Indonesia Bagian Timur Andi Azhar Kasi Data & Informasi BMKG Ambon Gerhana bulan total juga akan menghadirkan fenomena alam lainnya yakni air pasang maksimum yang mencapai 1,5 meter di wilayah pesisir Maluku.

Berikut ini rangkuman gambar dan video supermoon yang terjadi kemarin di belahan dunia

Mengapa terjadi Gerhana Bulan dan apa hubungannya dengan ramalan bencana?

Pada sistem tata surya, bulan bergerak mengelilingi bumi dalam lintasan berbentuk elips. Peristiwa gerhana bulan supermoon terjadi ketika cahaya matahari yang ke arah bulan terhalang oleh bumi. Dan, pada saat itu, jarak antara bulan dan bumi merupakan jarak terdekat atau Perigee

Mengapa banyak para ahli khawatir bahwa bencana akan diramalkan terjadi saat gerhana bulan supermoon? Hukum gravitasi universal yang ditemukan oleh Newton menyatakan bahwa: “Setiap partikel materi di jagat raya melakukan tarikan terhadap partikel lainnya dengan suatu gaya, yang berbanding langsung dengan hasil kali massa partikel-partikel itu, dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak yang memisahkannya.” Sehingga, bulan akan mengerahkan gaya kepada bumi sebesar konstanta gravitasi, dikali massa bumi, dikali massa bulan, hasilnya dibagi dengan r kuadrat. Pada peristiwa gerhana bulan supermoon, jarak perigee adalah 363295 kilometer.

Gaya yang dikerahkan oleh bulan terhadap bumi adalah sebesar 2.219×10^20 Newton Jika dibandingkan dengan gerhana bulan bukan supermoon, pada saat Apogee, yaitu 405503 Km maka bulan akan mengerahkan gaya sekitar 25 persen lebih besar Ini artinya, air laut yang menghadap bulan akan naik lebih tinggi magma di dalam bumi akan terhentak ke arah bulan, yang memungkinkan terjadinya gempa bumi, tanah longsor, atau gunung meletus

News Feed